Selasa, 23 April 2013

Marriage

Yo! ( ‘-’)/
Pos review pertama tentang kehidupan. Yang langsung nge-jleb ke arah dewasa dengan rating 20+. Hahahahah. Tapi rating ini bukan tentang sesuatu yang berbau mesum. Cuma membahas tentang sebuah teori.Tenang aja, bukan teori semacam kuliah kok. Tapi lebih kepada teori mengenai kehidupan.
Err… kehidupan tjinta. (etsah~)
Oke, saya mulai. XD


“Marry someone you love or love someone you marry.”



Saya dapet kata-kata itu dari update-status-annya temen facebook saya. Sebut saja namanya F. Saya belum izin orangnya buat minjem statement diatas soalnya. Hahahaha.. XD
Okay, balik lagi ke topiknya tentang statement diatas.


Nikahi orang yang kamu cintai atau cintai orang yang kamu nikahi.


Secara pribadi, saya pasti akan menikahi orang yang saya cintai. Orang yang saya cintai dan HARUS mencintai saya balik tentunya. Dan semua orang juga inginnya seperti itu.

Suatu malam saat saya sedang mengobrol ngalor ngidul bersama ibu saya (seperti biasa). Karena kepikiran sama kalimat itu, yeah.. saya orang yang mudah kepikiran akan sesuatu, jadi saya bahas sama ibu. Dan inilah kata ibu,

“Yang bener itu yang ke dua itu,” kata ibu sambil masak sayur.

Dengan muka heran, saya tanya, “kok?”

“Yah yang bener itu cintai orang yang kamu nikahi. Menikahi orang yang kita cintai, itu sulit lho, mbak. Mempertahankan perasaan cinta saat sudah menikahnya itu yang sulit nantinya. Karena bisa aja saat kita menikahinya nanti perasaan itu lama-kelamaan pudar. Jadi lebih baik kita menikahi orang yang mencintai kita dan belajar mencintainya.”

Saya manggut-manggut. Masuk akal memang. Terutama faktor, ‘ternyata orangnya seperti ini’ saat kita menikah nanti. Kita akan lebih mengenal orang yang kita nikahi itu karena ‘tinggal bersama’.Dan perubahan-perubahan yang akan terjadi pada diri si dia maupun pada diri kita sendiri dikedepannya nanti.

Ttttaaaapppiiii…..

Kata saya, itulah gunanya pacaran. Pacaran yang sehat tentunya. Yang jujur, yang blak-blakan, yang nunjukkin ‘emang inilah saya, saya itu begini’ no ja-im (jaga image). Kalo baik kita berdoa aja semoga dia beneran baik, kalo ada beberapa sifat yang buruk, kita sama-sama berusaha untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Hmm… ini sih pendapat saya aja. Soalnya saya ini tipe yang kalo udah JATUH cinta, bangun laginya susah. Hahahhaa… maksudnya, kalo saya udah cinta sama seseorang, saya kasih dia kepercayaan. Berharap dianya tunjukkin seperti apa dia itu. Ga usah ja-im (mungkin kecuali di hadapan calon mertua hahahahaha..). Apa adanya aja. Saya ngga berharap yang muluk-muluk. Berharap dikasih yang baik pastinya mah iya. Hahaha… aduh, jadi curhat. =__=

Intinya tetep. Jika saya harus memilih diantara dua itu, I’ll “marry someone I love”. :)
And I’ll love him till I die.I choose him ‘cause I love him. I marry him ‘cause I love him. 
And then, I marry someone I love and love someone I marry. :)
It is one statement. It can’t be apart. :)

Yang bilang gombal, saya lagi nggak ngegombal. :-|

Ahahahahahahay~~~
Satu post tentang cinta euy~
Malu dah.. xD

Lalu...
Bismillahirrahm­anirrahim…

Menikah bukan sekedar pesta yang riuh oleh kerabat, relasi penting, bukan ajang pamer tamu kehormatan, panggung megah, dekorasi wah atau pesta yang meriah..

Menikah...
Bukan sekadar membentuk tim kerja untuk menghasilkan uang untuk membeli segala jenis harta yang melimpah..
Bukan sekedar sarana belajar memasak, menjahit bagi istri dan sarana belajar membetulkan peralatan listrik bagi suami..

Menikah...
Bukan sekedar menyamakan hobi dan kegemaran sehingga sampai ada adagium humor: Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng..
Kalau sama-sama suka seafood berarti masa depan cerah...
(That simple ?! :)

Menikah bukan sekedar itu…
Menikah berbeda dengan perumpamaan sepasang sandal, yang hanya punya aspek kiri dan kanan..

Menikah adalah penyatuan dua manusia.. pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya...

So,
Menikah adalah...
Menyatukan dua isi kepala, dua ide, dua impian menjadi sesuatu yang besar - Bermakna - tak hanya untuk kita, pasangan dan keluarga namun juga untuk orang lain di sekitar.

Menikah adalah...
Memutuskan berlabuh di satu pantai, ketika ratusan kapal pesiar gemerlap memanggil-mangg­il...

Menikah adalah...
Cara meraih sempurnanya agama, hingga menikah dikatakan sempurna menjalani setengah dien..

Menikah adalah...
Keberanian untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan. Memupuk toleransi tingkat tinggi dan memaklumi pasangan apa adanya.

Menikah membutuhkan kelapangan hati untuk melebur kata ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’..

Menikah adalah...
Proses pendewasaan seseorang untuk lebih berani mengambil sikap dan memutuskan bahkan untuk urusan terkecil sekalipun.
Kerjasama hebat untuk bergerak, bersinergi untuk mendapatkan tiket surgaNya.

Menikah adalah...
Universitas kehidupan dimana cobaan materi, hati, iman adalah ujiannya.

Menikah adalah...
Belajar memaafkan dan belajar berkata “baiklah, itu salahku, akan kucoba memperbaikinya”­.
Belajar berkomunikasi dua arah, dimana kita tidak berbicara :
”Kamu harus mengerti keinginanku!
, namun harus berani bicara “aku memahami kamu, aku memahami apa yang kamu mau dan cita2kan, mari bersama membangunnya”

Menikah...
Mengajari kita begitu banyak tentang hidup, tentang bagaimana mencintai Allah dengan sempurna melalui kecintaan kita pada pasangan.




*********************************************************************************
Temanya dewasa yah. Haaahh.. ngebaca ini saya jadi mikir beberapa kali lagi buat menikah. Dan yaahh.. emang inilah yang saya pikirin tentang menikah. Bukan materi. Tentang bagaimana membina keluarga yang baik yang bisa menuntun kami ke jalan surgaNya. :)
Yaa.. ini saya ambil dari status fb temen gue yang namanya *** **** yang lagi diskusi sama cowoknya yang udah serius mengajak ke hubungan lebih lanjut. Dan namanya emang harus saya sensor demi keamanan lingkungan. Jujur, status fb dia tuh emang bagus2. Entah copas atau nulis sendiri. Bisa dibilang si *** **** ini udah kayak Pak Mario Teguh versi cewek. Hahahahahahahaha. 

Baiklah, cukup sekian dan terima gaji.

Wassalamualaikum~

1 komentar:

  1. hi nats, hope u doin fine.

    if you see this post. i wrote this on tuesday 19 may 2020

    i missed you...
    im sorry for that...

    saya berterima kasih atas semua yang kamu lakukan untuk saya.
    dan saya meminta maaf untuk semua yang saya lakukan untuk kamu...
    i really do.

    terima kasih karena kamu ada orang pertama yang membuat saya dewasa.
    i hope i could see u one more time.
    not as a toxic ex-boyfriend, but as a friend.

    saya tau kamu sudah lama maju dengan smua yang kamu punya sekarang.
    begitu pula saya.
    im sorry i miss u so much i want to see u to appologize what i did to u and ur family...
    if u read this till the end.
    here is my number i will keep it alive.

    +6281321847818.

    BalasHapus