Sebelum review-review, saya mau nyalin buku dulu buat materi tentang pertemuan 1 semester 1 ini. Hahahahahaha. Karena buku fotokopian yang saya punya nggak menjelaskan secara lengkap, saya coba merangkum dari sebuah website.
************************************************
Konsep PDE
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem informasi maka kita harus mengetahui pengertian dari data dan informasi.
DATA yaitu fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti, yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol.
INFORMASI yaitu data yang diolah menjadi bentuk uang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan pengertian dari SISTEM adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. DEFINISI LAINNYA dari SISTEM adalah suatu jaringan kerja dari prosedur2 yang saling berhbungan, berkumpul bersama2 unuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
1. SIKLUS INFORMASI
1. Dasar data
2. Proses (Model)
3. Output atau informasi
4. Penerima
5. Keputusan tindakan
6. Hasil tindakan
7. Data (ditangkap)
8. Input (data)
2. KUALITAS INFORMASI
terdiri dari 3 hal ;
a. AKURAT, berarti informasi harus bebas dari kesalahan2 dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelsa mencerminkan maksudnya.
b. TEPAT PADA WAKTUNYA (timelines) berarti indormasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
c. RELEVAN berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap2 orang satu dengan yang lainnya berbeda.
3. NILAI INFORMASI
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan.
4. KARAKTERISTIK SISTEM
a. Komponen / Elemen (Component)
Suatu sistem tediri dari komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen2 dari suatu sistem biasanya dikenal sebagai SUBSISTEM. Subsistem ini mempunyai sifat2 dari sestem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sustem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal dengan SUPRASISTEM.
Contoh : Jika suatu perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka industri akan dipandang sebagai suprasistem.
b. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Dengan adanya batas sistem ini maka sistem dapat membentuk suatu kesatuan, karena fungsi dan tugas dari subsistem yang satu dengan yang lainnya berbeda tetapi tetap saling berinteraksi. Dengan kata lain, batas sistem ini merupakan ruang lingkup atau scope dari sistem/subsistem itu sendiri.
Contoh : Sistem keuangan -sistem akuntansi -kasir -administrasi keuangan -personalia
c. Lingkungan luar sistem (Environtment)
Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut lingkungan luar sistem (Environtment). Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Lingkungan luar yang bersifat menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar tidak hilang pengaruhnya, sedangkan lingkungan yang bersifat merugikan harus dimusnahkan dan dikendalikan agar tidak mengganggu operasi dari sistem.
d. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga suber2 daya mengalir dari subsustem yang satu ke subsistem yang lainnya. Dengan kata lain melalui penghubung ini, output dari suatu subsistem akan menjadi input sari subsistem lainnya.
e. Masukan (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam suatu sistem disebut input. Masukan ini dapat berupa :
- Masukan perawatan (Maintenance Input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem itu dapat beroperasi.
contoh : Program untuk mengoperasikan komputer.
- Masukan Sinyal (Signal Input) yaitu energi yang diproses untuk diperolehnya suatu keluaran.
contoh : Data
f. Pengolahan (Process)
Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah input menjadi output.
contoh : CPU pada komputer, bagian produksi yang mengubah bahan baku menjadi bahan jadi, bagian akuntansi yang mengolah data transaksi menjadi laporan2 keuangan.
g. Keluaran (Output)
Adalah hasil dari energi yang diolah. Dapat di klarifikasikan sebagai :
- Keluaran yang berguna
contoh : Informasi yang dikeluarkan oelh komputer
- Keluaran yang tidak berguna yang dikenal sebagai sisa pembuangan
contoh : panas yang dikeluarkan oleh komputer.
h. Sasaran Sistem (Objective) dan Tujuan Sistem (Goal)
Setiap sistem pasti mempunyai tujuan/sasaran yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang akan dihasilkan. Dengan kata lain, suatu sistem akan dikatakan berhasil kalau pengoperasian sistem itu mengenai sasaran atau tujuannya.
5. KLASIFIKASI SISTEM
a. Sistem Abstrak (Abstract System)
Merupakan sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide2.
contoh : SISTEM TEOLOGIA yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia.
b. Sistem Fisik (Physical System)
Merupakan sistem yang tampak secara fisik sehingga setiap makhluk dapat melihatnya.
contoh : sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi.
c. Sistem Alamiah (Natural System)
Sistem yang terjadi dari proses2 alam dalam arti tidak dibuat oleh manusia.
contoh : sistem geologi (sungai, pegunungan), sistem solar (galaksi, tata surya)
d. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
Merupakan sistem yang dirancang dan didesain oleh manusia.
contoh : sistem informasi - manusia - komputer, man - machine system/human machine system, interaksi antara manusia dan mesin.
e. Sistem Deterministik (Deterministic System)
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar tiap-tiap bagian dapat dideteksi, sehingga outpunya juga dapat diramalkan.
contoh : sistem komputer.
f. Sistem Tak Tentu (Probablistic System)
Sistem dimana kondisi masa depannya tak dapat diramalkan karena mengandung probabilitas.
contoh : sistem manusia
g. Sistem Tertutup (Closed System)
Sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sebenarnya didunia ini tidak ada sistem yang benar2 tertutup. Yang ada hanyalah sistem yang secara relatif tertutup (relatively closed system)
h. Sistem Terbuka (Open System)
Kebalikan dari sistem tertutup, karena sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Oleh sebab itu sistem ini harus mempunyai suatu sistem pengendalian (control system) yang baik agar yang masuk hanya pengaruh2 yang baik saja.
contoh : sistem kebudayaan Indonesia.
6. PENGENDALIAN SISTEM
Karena suatu sistem tidak ada yang tertutup, supaya sistem dapat terus melangsungkan hidupnya, maka harus mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian. Pengendalian dari suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian, dapat berupa :
a Sistem Pengendalian Umpan Balik (Feedback Control System)
Merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan2/penyimpangan2 akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjutnya. Feedback control system mempunyai 4 komponen dasar yaitu ;
1. Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya
2. Suatu sensor (cencor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut
3. Suatu unit pengendali (control unit) yang membandingkan hasil ukuran sensor dengan suatu standar (standard)
4. Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk masukan proses selanjutnya
b. Sistem Pengendalian Umpat Maju (Feed Forward Control System)
Disebut juga dengan istilah positive feedback (umpan balik positif). Sistem ini merupakan perkembangan dari sistem umpan balik. Didalam sistem umpan balik, pengendalian dilakukan setelah keluaran dihasilkan. Pengendalian seperti ini diagram mempunyai kelemahan dilama penyimpan dari keluaran dengan standar yang sangat besar.
c. Sistem Pengendalian Pencegahan (Preventive Control System)
Jika Feedback System mengendalikan keluarannya dan Feed Forward System mengendalikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba untuk mengendalikan sistem di muka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal2 yang merugikan untuk masuk ke dalam sistem.
rangkuman dari http://materi-ku.blogspot.com/
**********************************************************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar